Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

MEMBERI: MEMULIAKAN KEMANUSIAAN

Gambar
'Memberi': Memuliakan Kemanusiaan Oleh P. Erik Ebot, SVD* Seorang kawan mengatakan kepada saya seperti ini: "Melakukan kebaikan itu seperti menanam satu biji mangga. Dari satu biji mangga yang kita tanam niscaya akan menghasilkan satu pohon dengan banyak buah yang lebat. Seperti halnya menanam satu biji mangga tadi, ketika kita rajin menanam kebaikan, maka pada masanya kita akan memanen hasil yang berlipat ganda." Terkait tindakan kebaikan yang membuat berlipat ganda itu, saya ingat Injil Yohanes hari ini yang melaporkan kisah tentang Yesus yang melakukan penggandaan Roti di dekat danau Tiberias, tepatnya di atas gunung, untuk ribuan orang yang mengikuti-Nya. Hari yang terik bikin gerah pastinya membuat banyak orang lelah dan lapar. Akan tetapi di sekitar tempat mereka berada, tidak ada tempat makan. Karena itu, sulit untuk mendatangkan roti apalagi untuk memberikannya kepada orang yang begitu banyak. Akan tetapi justru dalam kesulitan situasi ini Yesus mel...

GEREJA HATI

Gambar
GEREJA HATI Oleh P. Erik Ebot, SVD* Seorang kawan mengatakan kepada saya bahwa Tuhan tidak menjanjikan hidup yang enak kepada kita, tapi dia juga tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita untuk mengatasinya. Tuhan juga tidak menjamin akan segera menjawab segala doa dan permohonan kita, dan mengganjari semua perbuatan baik kita sesegera mungkin. Hanya saja, satu hal yang pasti bahwa Dia memberikan kita waktu agar dalam saat-saat itu, kita menjalankan hidup sebesar-besarnya memberikan manfaat bagi orang lain. Dua rasul, Petrus dan Yohanes adalah dua dari sembilan rasul awal yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Kedua rasul yang dahulunya hanya nelayan tak berpendidikan menggemparkan seantero kota Yerusalem yang megah itu. Sebagian orang kagum dengan kuasa Roh Allah yang bekerja dalam dua rasul ini. Sebagian orang, secara khusus kaum penguasa agama dan pemimpin politik di Yerusalem menganggap mereka sebagai perusuh, provokator, tukang onar. Persis cap yang diterima...

HATI YANG MEMBERI

Gambar
Hati Yang Memberi Oleh P. Erik Ebot, SVD* Bacaan pertama dari Kisah para rasul pada hari ini menggambarkan kepada kita tentang pola hidup jemaat perdana. Kita mendengarkan bagaimana dengan kesaksian hidup para Rasul dan pewartaan mereka yang menginspirasi dapat menginisiasi begitu banyak orang pada satu visi hidup bersama yaitu pembangunan sebuah komunitas alternatif yang sehati dan sejiwa saling membagi harta milik. “ Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” Mereka yang hidup sehati dan sejiwa tidak ada seorang pun yang berkekurangan. Karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan letakkan di depan kaki rasul-rasul, lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. *** Kemarin saya membaca satu artikel di media sosial yang berisi kisah yang sangat menggugah hati tentang...
Gambar
RENUNGAN MINGGU PASKAH 2 Kis 2: 42-47 1Ptr 1: 3-9 Yoh 20: 19-31 🍀"MINGGU KERAHIMAN ILAHI"🌿⚘ (Oleh Pater Leo Kleden, SVD) St. Yohanes Paulus II menyebut Minggu Paskah-2 sebagai "Minggu Kerahiman Ilahi" karena warta Injil hari ini mewahyukan Kerahiman Ilahi yang tiada berhingga dari Kristus yang bangkit untuk kita dalam tiga hadiah Paskah. 1. Sedang Murid2 ketakutan dalam ruang tertutup, Yesus datang ke tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu". Syalom atau damai sejahtera adalah anugerah Paskah pertama dari Kristus yang bangkit. Syalom bukanlah sekadar keadaan tenang tanpa perang. Syalom adalah keteduhan hati yang terberkati, kekuatan hidup di tengah badai kehidupan, sukacita dlm duka derita. 2. Lalu Yesus menunjuk bekas2 luka-Nya sebagai meterai penebusan: Dia yg bangkit adalah Dia yg telah menderita dan wafat di Salib. Bekas2 luka ini adalah meterai dan serentak wasiat untuk kita: Tak ada kebangkitan tanpa salib, tak ada kes...

JAGA JARAK, JAGA KEMANUSIAAN!

Gambar
Jaga Jarak, Jaga Kemanusiaan! Oleh P. Erik Ebot, SVD* Hari ini kita mendengarkan kelanjutan kisah dua murid Emaus yang kembali ke Yerusalem. Pasca penampakan Yesus yang mereka alami di jalan, kedua murid ini tergerak hati dan pikirannya untuk memutar haluan kembali ke jalur panggilan mereka, ke Yerusalem. Mata iman mereka memberi energi bagi seluruh badan untuk mendorong mereka kembali ke komunitas para murid. Di dalam rumah di Yerusalem, dalam situasi yang masih diliputi rasa takut, dua murid emaus mengisahkan pengalaman yang mereka alami ketika bertemu dengan Yesus. Sudah pasti ada perasaan gembira tapi sudah pasti pula ada keragu-raguan muncul di antara mereka. Perasaan mereka campur aduk. Dalam situasi campur aduk seperti itu, tiba-tiba saja Yesus datang di tengah-tengah mereka. Dijelaskan dalam injil, para murid yang sudah diliputi perasaan campur aduk, terkejut dan takut menyangka bahwa mereka melihat hantu. Menyadari reaksi para murid ini, Yesus lantas bertanya: ...

MELIHAT DENGAN MATA IMAN

Gambar
Melihat dengan Mata Iman Oleh P. Erik Ebot, SVD* Injil hari ini menggunakan kata 'penampakan' untuk menggambarkan peristiwa perjumpaan Yesus dengan dua Murid. Istilah ‘penampakan’ muncul oleh karena sesuatu yang nampak itu tidak pernah ada atau sangat jarang muncul. Dalam kaitan dengan peristiwa penampakan Tuhan, perisitiwa  ini terjadi oleh karena manusia berdosa telah terpisah dan terbuang dari hadapan Tuhan, sehingga Ia perlu menampakan diri. Peristiwa penampakan perlu terjadi agar manusia bisa mengetahui kehendak Allah. Dua Murid itu meninggalkan Yerusalem, pulang menuju Emaus. Mereka meninggalkan tempat mereka mengalami sendiri trauma terberat dalam hidup mereka. Di Yerusalem, mereka menyaksikan ketakberdayaan Yesus sosok yang mereka anggap pahlawan di hadapan penguasa-penguasa lalim yang haus kuasa. Mereka putus asa dan pulang ke Emaus. Pulang ke Emaus, berarti kembali ke kehidupan normal. Kembali ke kehidupan di mana hati mereka kerasan dan terbiasa dengan nor...

YANG TERSISA DARI KEBANGKITAN

Gambar
Yang Tersisa dari Kebangkitan Oleh P. Erik Ebot, SVD* Kisah injil hari ini lagi-lagi kembali mengisahkan tentang Maria Magdalena dan kebangkitan Yesus. Dikatakan bahwa Maria Magdalena berdiri dekat kubur Yesus dan menangis meratapi hilangnya Jenazah Yesus. Berdiri di dekat kubur dan menangis sesungguhnya menggambarkan relasi yang begitu dekat antara Yesus dan Maria Magdalena. Reaksi Maria Magdalena adalah reaksi emosional yang wajar terhadap sebuah pengalaman kehilangan yang beruntun dirasakannya. Ia sudah kehilangan Yesus yang memberikan semangat. Lantas sekarang dia kehilangan kontrol atas hidupnya karena jenazah Yesus lenyap dari makam. Reaksi Maria Magdalena juga adalah reaksi kita. Saat ini kita merasakan pedihnya pengalaman kehilangan. Tinggal di rumah membuat masa-masa produktif kita lalui dengan tanpa makna. Hari-hari yang biasanya kita awali dengan perayaan ekaristi bersama lewat begitu saja. Hari-hari di mana kita mengabdi Tuhan melalui peran dan tugas pelayanan ki...

"SETELAH TIGA HARI, AKU AKAN BANGKIT"

Gambar
"SETELAH TIGA HARI, AKU AKAN BANGKIT" (Refleksi Paskah di tengah Corona) Oleh P. Erik Ebot, SVD* Seorang teman mengatakan kepada saya: "Bagaimana kira-kira mengartikan kebangkitan di tengah situasi saat ini, ketika virus corona justru membuat kita terpuruk, takut untuk bangkit keluar dari rumah kita? Kebangkitan seperti apa yang kita harapkan dan juga inginkan, ketika saat ini penyebaran virus corona semakin menjadi-jadi?" Dampak dari virus corona hari-hari ini bahkan di luar perkiraan kita. Virus ini bukan hanya menyebabkan ketakutan dan kepanikan massal. Virus corona juga membidani lahirnya virus-virus  baru yang menyerang sisi kemanusiaan kita. Kita menjadi paranoid, takut berlebihan hingga enggan menerima sesama kita. Solidaritas kita sebagai umat melempem. Gereja sebagai persekutuan umat Allah terancam mati di tangan virus corona.  Dalam situasi tidak menyenangkan ini, apakah masih relevan omong dan mencari makna dari kebangkitan Yesus??? Secara p...

IMAN DAN SIKAP BIJAKSANA

Gambar
Iman dan Sikap Bijaksana (Renungan harian, Rabu 08 April 2020) (Foto: Pater Erik Ebot, SVD) Oleh P. Erik Ebot, SVD* Kisah injil hari ini, dari injil Yohanes secara khusus menyorot pengkhianatan Yudas, salah satu murid Yesus yang dia pilih sendiri. Yohanes menggambarkan secara detil kisah pertemuan Yudas dengan para Imam kepala. Kompromi dan tawar menawar dilakukan. Iman Yudas kepada Yesus dan juga relasi pribadinya digadaikan dengan uang tiga puluh perak. Deal terjadi. Tinggal tunggu waktu saja bagi Yudas untuk menyerahkan orang yang begitu lama berada dekat bersamanya. Yohanes juga menggambarkan kepada kita kisah lain yang juga masih berhubungan dengan Yudas. Kali ini di meja perjamuan. Yesus berada bersama para Murid untuk makan bersama. Yesus yang tahu segala sesuatu itu, membuat mood perjamuan bersama jadi tegang. Dia membuka percakapan dengan kalimat ini: “Di antara kamu ada yang akan menyerahkan Saya dengan tahu dan mau.” Sontak saja, para Murid yang kebingungan ...

MARI BERPIKIR POSITIF

Gambar
Mari Berpikir Positif (Foto: Gereja St. Ignasius Waibalun) Oleh P. Erik Ebot, SVD* Seseorang pernah mengatakan ini kepada saya: “Jikalau engkau mau hidup bahagia dan hidupmu bermakna, maka lihat dan rasakan semua pengalaman yang engkau alami dengan menggunakan cara pandang positif." Sulit dan ya memang akan sulit. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Hidup bukan tentang menanti agar badai berlalu, tetapi tentang usaha untuk belajar sekaligus menyesuaikan diri serta menari di tengah badai. Hidup seperti itu baru punya makna. Ya, saya sepenuhnya setuju dengan nasihat bijaknya. Saya kira tidak ada alasan lagi untuk saya menolak kalimat nasihatnya itu. Hidup kita memang diciptakan untuk belajar memaknai setiap realita setiap hari. Kita adalah Homo Ludens, makhluk bermain. Integritas serta keutuhan pun makna hidup kita manusia akan menjadi lebih transparan dan nampak ketika kita ada dalam dunia serentak mengekspresikan diri kita melalui proses belajar terus menerus. Kit...

KUNJUNGAN YANG MEMBEBASKAN

Gambar
KUNJUNGAN YANG MEMBEBASKAN ( Renungan Harian, Senin 06 April 2020) Oleh P. Erik Ebot, SVD* Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang datang mengunjungi rumah keluarga tiga bersaudara, Lazarus, Marta dan Maria. Yesus datang lagi ke rumah mereka, setelah mujizat luar biasa membangkitkan Lazarus dalam kisah injil sebelumnya. Kisah dihidupkannya lagi Lazarus oleh Yesus, memantik kontroversi besar di seluruh wilayah, termasuk di Yerusalem. Cerita luar biasa ini sudah tersebar ke mana-mana, termasuk ke telinga Para Imam kepala dan orang-orang Farisi. Setelah membangkitkan Lazarus, Yesus sebenarnya sudah tidak ingin tampil di depan umum lagi, di hadapan orang yahudi karena dia tahu Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi sudah merencanakan pembunuhan terhadap Dia dan memerintahkan bawahan mereka untuk menemukan Yesus dan menangkap Dia. Yesus lebih memilih berhati-hati dalam bertindak. Akan tetapi, dalam situasi seperti ini, Yesus tidak sedikitpun gentar. Dia tetap da...

KARANTINA SPIRITUAL

Gambar
KARANTINA SPIRITUAL (Renungan Minggu Palma, 05 April 2020) ( Foto: Gereja Lama St. Ignasius Waibalun) Oleh P. Erik Ebot, SVD* Virus Corona adalah bencana tapi juga berkat bagi kita. Ia membawa bencana karena virus ini sudah banyak menelan korban jiwa seluruh dunia. Selain itu virus ini pun membuat segala aspek dalam kehidupan sosial bermasyarakat macet total dan terganggu. Virus corona memaksa kita untuk lebih banyak tinggal di rumah, dari biasanya. Gara-gara virus corona, kegiatan ibadat, doa dan misa harus kita ikuti dari rumah masing-masing. Ya rasa berbeda, kering dan mungkin membosankan, tapi itulah situasi kita. Kondisi mengharuskan kita seperti ini. Tapi dia juga berkat, karena kita jadi punya waktu untuk ada di rumah menjalankan karantina fisik juga karantina spiritual. Kita sudah memasuki Minggu palma. Kita juga sudah mengikuti perayaan misa bersama melalui gadget kita, Hp dan TV kita. Perayaan minggu palma yang kita telah rayakan juga adalah sebuah kenangan akan p...

JADILAH PEMBERI PESAN POSITIF

Gambar
JADILAH PEMBERI PESAN POSITIF (Renungan Harian - Sabtu, 04 April 2020) Oleh P. Erik Ebot, SVD* Di media sosial pun di WA grup kita banyak temukan berita seputar virus corona. Berita-berita ini ada yang benar tapi ada yang asal-asalan alias hoaks. Berita-berita hoax berseliweran hampir tidak terkontrol. Situs covid19.go.id merupakan salah satu usaha menangkal infodemik. Infodemik adalah gelombang informasi berlebihan tentang suatu masalah, yang kemudian menyulitkan identifikasi solusinya. Per 27 Maret 2020 sudah terdapat 188 hoaks yang berhasil ditangkal. Meski realitanya seperti fenomena gunung es, hoaks terkait corona masih juga mewabah di berbagai media sosial dan aplikasi perpesanan. Masih banyak pihak-pihak yang jarinya lebih lincah dari nalar yang membagikan informasi nir-verifikasi. Keberadaan hoaks sangat menghambat usaha bersama, pemerintah dan kita semua untuk memerangi virus corona. Alasannya, karena tersebarnya berita hoaks tentang corona memunculkan ketakutan b...

KEKUATAN DOA

Gambar
KEKUATAN DOA (Renungan Harian, Jumat 03 April 2020) Oleh P. Erik Ebot, SVD* “Jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu”. Hari ini saya membaca berita yang isinya tentang kabar gembira ini: “Setelah Bapa Suci paus Fransiskus membagikan berkat luar biasa Urbi et Orbi pada senja hari tanggal 27 Maret 2020 lalu, terdapat 1.434 pasien positif COVID-19 tercatat pada keesokan harinya, tanggal 28 maret 2020, sembuh di italia. Seperti yang kita ketahui, Italia adalah salah satu negara yang lumayan parah tingkat paparan virus Corona. Dan inilah angka kesembuhan tertinggi yang tercatat dalam sejarah Italia  sejak negara itu terpapar corona sebulan lalu. Setelah membaca berita ini saya sangat gembira dan optimis bahwa kita dapat secara bersama-sama memerangi virus corona ini. Kuasa Iman dan doa adalah salah satu senjata spiritual yang membantu kita dalam mengurangi bahkan menghindari serta memberikan kesembuhan kepada um...

JANGAN MEN-STIGMA SESAMA

Gambar
JANGAN MEN-STIGMA SESAMA ( Renungan Harian, Kamis 02 April 2020 - Yohanes 8:51-59) Oleh P. Erik Ebot, SVD* Dalam Injil hari ini sekali lagi Yesus kembali bersoal jawab dengan orang-orang yahudi. Yesus baru keluarkan satu kalimat ini: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menuruti firmanku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya”. Dan respon dari orang yahudi begitu panjang dan sungguh tidak mengenakkan. Mereka menuduh Yesus sesat, kerasukan setan dan melakukan penghinaan keji terhadap bapa Abraham, seorang yang mereka sungguh hormati. Tuduhan ini adalah sebuah penolakan, stigma yang kejam dan keji yang mereka berikan kepada Yesus. Padahal, Yesus mengungkapkan kebenaran Allah kepada Mereka. Namun penolakan dan stigma terhadap Yesus membuat mata dan hati mereka buta melihat kebenaran itu. Stigma dan penolakan terhadap Yesus semakin menguat, karena dalam pandangan mereka, Yesus datang menghancurkan hukum taurat dan mengganggu kenyamanan hidup mereka. Melu...