Postingan

MEMBERI: MEMULIAKAN KEMANUSIAAN

Gambar
'Memberi': Memuliakan Kemanusiaan Oleh P. Erik Ebot, SVD* Seorang kawan mengatakan kepada saya seperti ini: "Melakukan kebaikan itu seperti menanam satu biji mangga. Dari satu biji mangga yang kita tanam niscaya akan menghasilkan satu pohon dengan banyak buah yang lebat. Seperti halnya menanam satu biji mangga tadi, ketika kita rajin menanam kebaikan, maka pada masanya kita akan memanen hasil yang berlipat ganda." Terkait tindakan kebaikan yang membuat berlipat ganda itu, saya ingat Injil Yohanes hari ini yang melaporkan kisah tentang Yesus yang melakukan penggandaan Roti di dekat danau Tiberias, tepatnya di atas gunung, untuk ribuan orang yang mengikuti-Nya. Hari yang terik bikin gerah pastinya membuat banyak orang lelah dan lapar. Akan tetapi di sekitar tempat mereka berada, tidak ada tempat makan. Karena itu, sulit untuk mendatangkan roti apalagi untuk memberikannya kepada orang yang begitu banyak. Akan tetapi justru dalam kesulitan situasi ini Yesus mel...

GEREJA HATI

Gambar
GEREJA HATI Oleh P. Erik Ebot, SVD* Seorang kawan mengatakan kepada saya bahwa Tuhan tidak menjanjikan hidup yang enak kepada kita, tapi dia juga tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita untuk mengatasinya. Tuhan juga tidak menjamin akan segera menjawab segala doa dan permohonan kita, dan mengganjari semua perbuatan baik kita sesegera mungkin. Hanya saja, satu hal yang pasti bahwa Dia memberikan kita waktu agar dalam saat-saat itu, kita menjalankan hidup sebesar-besarnya memberikan manfaat bagi orang lain. Dua rasul, Petrus dan Yohanes adalah dua dari sembilan rasul awal yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Kedua rasul yang dahulunya hanya nelayan tak berpendidikan menggemparkan seantero kota Yerusalem yang megah itu. Sebagian orang kagum dengan kuasa Roh Allah yang bekerja dalam dua rasul ini. Sebagian orang, secara khusus kaum penguasa agama dan pemimpin politik di Yerusalem menganggap mereka sebagai perusuh, provokator, tukang onar. Persis cap yang diterima...

HATI YANG MEMBERI

Gambar
Hati Yang Memberi Oleh P. Erik Ebot, SVD* Bacaan pertama dari Kisah para rasul pada hari ini menggambarkan kepada kita tentang pola hidup jemaat perdana. Kita mendengarkan bagaimana dengan kesaksian hidup para Rasul dan pewartaan mereka yang menginspirasi dapat menginisiasi begitu banyak orang pada satu visi hidup bersama yaitu pembangunan sebuah komunitas alternatif yang sehati dan sejiwa saling membagi harta milik. “ Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” Mereka yang hidup sehati dan sejiwa tidak ada seorang pun yang berkekurangan. Karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan letakkan di depan kaki rasul-rasul, lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. *** Kemarin saya membaca satu artikel di media sosial yang berisi kisah yang sangat menggugah hati tentang...
Gambar
RENUNGAN MINGGU PASKAH 2 Kis 2: 42-47 1Ptr 1: 3-9 Yoh 20: 19-31 🍀"MINGGU KERAHIMAN ILAHI"🌿⚘ (Oleh Pater Leo Kleden, SVD) St. Yohanes Paulus II menyebut Minggu Paskah-2 sebagai "Minggu Kerahiman Ilahi" karena warta Injil hari ini mewahyukan Kerahiman Ilahi yang tiada berhingga dari Kristus yang bangkit untuk kita dalam tiga hadiah Paskah. 1. Sedang Murid2 ketakutan dalam ruang tertutup, Yesus datang ke tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu". Syalom atau damai sejahtera adalah anugerah Paskah pertama dari Kristus yang bangkit. Syalom bukanlah sekadar keadaan tenang tanpa perang. Syalom adalah keteduhan hati yang terberkati, kekuatan hidup di tengah badai kehidupan, sukacita dlm duka derita. 2. Lalu Yesus menunjuk bekas2 luka-Nya sebagai meterai penebusan: Dia yg bangkit adalah Dia yg telah menderita dan wafat di Salib. Bekas2 luka ini adalah meterai dan serentak wasiat untuk kita: Tak ada kebangkitan tanpa salib, tak ada kes...

JAGA JARAK, JAGA KEMANUSIAAN!

Gambar
Jaga Jarak, Jaga Kemanusiaan! Oleh P. Erik Ebot, SVD* Hari ini kita mendengarkan kelanjutan kisah dua murid Emaus yang kembali ke Yerusalem. Pasca penampakan Yesus yang mereka alami di jalan, kedua murid ini tergerak hati dan pikirannya untuk memutar haluan kembali ke jalur panggilan mereka, ke Yerusalem. Mata iman mereka memberi energi bagi seluruh badan untuk mendorong mereka kembali ke komunitas para murid. Di dalam rumah di Yerusalem, dalam situasi yang masih diliputi rasa takut, dua murid emaus mengisahkan pengalaman yang mereka alami ketika bertemu dengan Yesus. Sudah pasti ada perasaan gembira tapi sudah pasti pula ada keragu-raguan muncul di antara mereka. Perasaan mereka campur aduk. Dalam situasi campur aduk seperti itu, tiba-tiba saja Yesus datang di tengah-tengah mereka. Dijelaskan dalam injil, para murid yang sudah diliputi perasaan campur aduk, terkejut dan takut menyangka bahwa mereka melihat hantu. Menyadari reaksi para murid ini, Yesus lantas bertanya: ...

MELIHAT DENGAN MATA IMAN

Gambar
Melihat dengan Mata Iman Oleh P. Erik Ebot, SVD* Injil hari ini menggunakan kata 'penampakan' untuk menggambarkan peristiwa perjumpaan Yesus dengan dua Murid. Istilah ‘penampakan’ muncul oleh karena sesuatu yang nampak itu tidak pernah ada atau sangat jarang muncul. Dalam kaitan dengan peristiwa penampakan Tuhan, perisitiwa  ini terjadi oleh karena manusia berdosa telah terpisah dan terbuang dari hadapan Tuhan, sehingga Ia perlu menampakan diri. Peristiwa penampakan perlu terjadi agar manusia bisa mengetahui kehendak Allah. Dua Murid itu meninggalkan Yerusalem, pulang menuju Emaus. Mereka meninggalkan tempat mereka mengalami sendiri trauma terberat dalam hidup mereka. Di Yerusalem, mereka menyaksikan ketakberdayaan Yesus sosok yang mereka anggap pahlawan di hadapan penguasa-penguasa lalim yang haus kuasa. Mereka putus asa dan pulang ke Emaus. Pulang ke Emaus, berarti kembali ke kehidupan normal. Kembali ke kehidupan di mana hati mereka kerasan dan terbiasa dengan nor...

YANG TERSISA DARI KEBANGKITAN

Gambar
Yang Tersisa dari Kebangkitan Oleh P. Erik Ebot, SVD* Kisah injil hari ini lagi-lagi kembali mengisahkan tentang Maria Magdalena dan kebangkitan Yesus. Dikatakan bahwa Maria Magdalena berdiri dekat kubur Yesus dan menangis meratapi hilangnya Jenazah Yesus. Berdiri di dekat kubur dan menangis sesungguhnya menggambarkan relasi yang begitu dekat antara Yesus dan Maria Magdalena. Reaksi Maria Magdalena adalah reaksi emosional yang wajar terhadap sebuah pengalaman kehilangan yang beruntun dirasakannya. Ia sudah kehilangan Yesus yang memberikan semangat. Lantas sekarang dia kehilangan kontrol atas hidupnya karena jenazah Yesus lenyap dari makam. Reaksi Maria Magdalena juga adalah reaksi kita. Saat ini kita merasakan pedihnya pengalaman kehilangan. Tinggal di rumah membuat masa-masa produktif kita lalui dengan tanpa makna. Hari-hari yang biasanya kita awali dengan perayaan ekaristi bersama lewat begitu saja. Hari-hari di mana kita mengabdi Tuhan melalui peran dan tugas pelayanan ki...